Tuesday, May 18, 2010

Next Plan?

Finally.

Mendadak, saat "mati gaya" berdua dengan si bos, beliau bertanya,

"what's your next plan?"

Hah. Gw sempat bengong, dan BINGUNG! Seperkian detik gw coba memikirkan jawaban yang tepat. Hellooo...i know where this would lead off.

Gw masih diam.

"Kamu jadi sekolah?" tanya bos lagi.

"Oh iya, mas". Nah loh!

This isn't about the answer, but the moment is!

Gw nggak menyangka bahwa pembicaraan mengenai rencana "resign" gw akan keluar di saat-saat yang tidak resmi. Padahal gw merencanakan untuk suatu pembicaraan formal dengan sebuah surat pengunduran diri. Maka dari itu, seketika grogi lah gw "ditembak" langsung pertanyaan seperti itu.

Well, kesimpulannya, gw menyatakan untuk "resign" di bulan September mendatang, pastinya setelah menuntaskan sejumlah proyek untuk liburan dan bulan Ramadhan. Entah lah ya, terlepas dari sebuah pengalaman pahit "disidang" oleh si bos, gw masuk perusahaan ini dengan niat baik, maka gw pun berjanji untuk bisa keluar dengan situasi yang baik pula. Gw tetap merasa bertanggungjawab untuk segala tugas dan peran profesi di dalam perusahaan ini.

Tanpa bermaksud sok profesional, tapi terlepas dari kekurangan gw, gw nggak mau "keluar" dengan citra yang buruk. Hey, it does matter! Pada dasarnya gw sayang dengan perusahaan ini dan juga teamwork yang ada. Tapi...Am not a kind of person who loves to live in such a comfy zone. Gw masih muda dan masih punya banyak potensi untuk diasah. Gw ingin mengembangkan karir gw. Gw ingin mengejar passion untuk ber-profesi di dunia Public Relations. Walauuu...

Yeah, walau sebenarnya gw belum mempersiapkan secara matang rencana selanjutnya untuk bekerja di perusahaan mana. I already make up my mind. Sudah tahu, sih, inginnya ke jalur yang mana. Hanya saja butuh "re-assure" diri sendiri bahwa keputusan "resign" ini memang yang terbaik.

Bohong banget kalau nggak takut untuk memulai semuanya dari awal lagi; update resume, kirim CV lagi, searching perusahaan lagi. Jujur, ada rasa malas untuk memulai "recruitment procedure" dari awal lagi. Tapi...kalau nggak dari sekarang, kapan lagi?

Sebenarnya, my 1st-think-1st untuk kelanjutan tempat ber-"karir" adalah PR Consultant. I have a bit obsession to work in that place. Gw sudah cinta mati dengan PR. Gw sudah berketetapan hati menjadi seorang PR Professional. Dan rasanya belum afdol apabila seorang PR Professional belum mengecap pengalaman di dunia konsultan.

Gw sempat merasa takut dan kecil hati. Aduh, kok, kayaknya selama ini daya analitis gw sudah berkurang banyak...kemampuan berbahasa Inggris juga mulai menurun...tingkat intelektualitas mulai beralih ke dunia "entertainment"...waduh!

Pastinya cukup banyak hal baru yang mulai menakutkan; lingkungan baru, bos baru, peraturan baru, teamwork baru...

Bulan September tak urung semakin dekat. Persiapan harus dilakukan dari sekarang. Tapi...gw yakin dan percaya bahwa gw pasti akan mendapatkan tempat yang terbaik, bahkan jauh lebih baik, dan bisa menjadi seseorang yang lebih baik.

Rencana sekolah? Pasti. Semua ini juga gw lakukan guna mendapat resume yang "cantik" untuk mengajukan beasiswa. Pasti ada jalan. Pasti ada kesempatan.

Minggu depan gw mau ke DAAD, ada seorang teman yang berencana melanjutkan kuliah ke Jerman. Setelah dilihat-lihat kualifikasinya, hey, I am totally into it! Hehehe, pede abis!

Yah, gw, sih, mencoba semuanya deh...who knows it might be turned out to be lucky?? :)

Anyway, situasi "mati gaya" bersama si bos ini diakhiri dengan alasan ke "belakang". Kaburrr...!!!

Well, just see you next year in abroad! :)

I believe this whole universe will assist me to gain success and happiness!

Saturday, March 13, 2010

Dating with YouTube

Yes, plan B take over. Bangun pagi batal. Lari pagi batal. Gw malah asyik ngendon di depan komputer. YouTube terlihat "seksi" di pagi hari, hehe...sungguh menghipnotis gw untuk stayed along. Ritual bangun pagi bukan lagi langsung mandi, tapi menyalakan komputer, update blog, dan...nonton video YouTube.

How about yours ?? :)

Writing Overdoze


Huaaaa...jari-jari gw bak "kesurupan". Nggak bisa berhenti ngetik di depan komputer. Nggak bisa berhenti "ngoceh" ngalur ngidul.

Rasanya ingin terus menulis...menulis...dan menulis...


Rasanya ingin terus bercerita...bercerita...dan bercerita...
Lama-lama bisa gw kawinin nih komputer.

Haduhh...apakah gw mulai "kecanduan" internet?


Berdasarkan artikel yang gw temukan di situs pikirdong.com. Ada sejumlah penjelasan mengenai "nyandu" internet ini.
Terminologi Internet Addiction Disorder (IAD) pertama sekali diajukan oleh Dr. Ivan Goldberg sebagai bentuk patologis dari penggunaan internet secara kompulsif. Kriteria gangguan IAD disebutkan dalam tambahan 1 bersama dengan kriteria subtansi penyimpangan dalam DSM-IV, namun Dr. Ivan Goldberg, sesekali merevisi dan menyebut istilah IAD dengan Pathological Computer Use (PCU) dalam beberapa tulisan di lainnya, disamping itu Goldberg juga mengganti beberapa kriteria yang pernah disebutkannya terdahulu.

Goldberg (1996), menyebutkan PCU merupakan bentuk penyimpangan dimana penggunaan komputer secara berlebihan yang menyebabkan oleh beberapa kondisi seperti distres dan pelbagai efek terhadap fisik, psikologis, hubungan interpersonal, perkawinan, ekonomi dan fungsi sosial.

Hidiihh
...gw nggak segitunya juga kaleee...hehe kalaupun ada dampak psikologis dari penggunaan internet yang berlebihan, semuanya karena tugas dari Bos! (kabuurrr...)


*i just have a massive pile of ideas to share... :)

Just You and Me

Just You and Me by Zee Avi

You were sitting at the coffee table
where you’re reading Kierkegaard (that’s so you!)
Minutes later, you proceeded to say
something that almost broke my heart

You said, “Darling, I am tired of livin’ my routined life.
There’s so much in the world that i’d like

to soak up with my eyes.”
Well, baby i never did stop you from going out to explore
We can do it all together from the colds of the poles
to the tropics of Borneo

Ba da da ba da…

Let’s pack our bags

and lie on the easy stream
feel the water on our backs
where we can carry on dreamin’
where we can finally
be where we’d like to be
Darlin’, just you and me

Just you and me…


So Darlin’, what do you say?
Does that sound like a plan to you?
We can build our own little world
where no one else can come through
We can live in huts made out of grass

we can greet father time as he walks pass
we can press our feet into the dirt
a little mud, no, it wouldn’t hurt

Ba da da ba da ba…

Let’s pack our bags
and lie on the easy stream
feel the water on our backs

where we can carry on dreamin’
where we can finally
be where we’d like to be
Darlin’, just you and me

Just you

and me..


Miss Social Climber

(sekedar wacana iseng)

Ya, begitu lah ia dipanggil. Ms.Social Climber. Sekilas terdengar "cool", pakai Bahasa Inggris gitu loh! Namun, sejatinya, tak ada pula yang bisa dibanggakan dalam menyandang status ini. Yeah, Miss Social Climber alias "someone seeking social prominence by obsequious behavior" (sumber: word web online).

Keterbatasannya dalam memahami Bahasa Inggris mungkin memberikan jarak yang besar bagi dirinya terhadap pengertian istilah Ms.Social Climber tersebut. Tak ingin peduli, dan akhirnya meneruskan langkahnya yang "overacting" alias lebay.

Ya, Ms.Social Climber itu cenderung lebay dalam sejumlah hal. Lebay dalam menceritakan dirinya, lebay dalam mendefinisikan kehidupannya, lebay dalam menuntut pengakuan.

Ya, Ms.Social Climber sangat membutuhkan pengakuan. Pengakuan bahwa dia "bagus" dalam segalanya; intelektualitas, gaya hidup, selera berpakaian, hingga pusat pergaulan, dan...tentunya masih banyak hal lain, mulai dari yang penting dan tidak penting. Pada dasarnya, ia hanya membutuhkan decak kagum Anda. Jadi, ladeni saja "tuntutan"-nya tersebut.

Apalagi? Banyak! Ingin tahu lebih banyak lagi? Temui saya. Cukup satu orang saja tapi rasanya membuat "neraka" semakin dekat. Perilakunya sudah bisa menggambarkan kesempurnaan sosok Ms.Social Climber. Penasaran? Untuk awalnya boleh saja penasaran, tapi mohon jangan dipelihara terlalu lama...bisa sakit jiwa!

Yuk, mari kita dengarkan saja ia bercerita. Dengarkan saja. Biarkan mulutnya sendiri yang menancapkan status "social climber" di wajahnya.

Atau Anda juga sudah punya satu?

Bagaimana, sempat punya keinginan untuk menampar dirinya?

Ah, sudah lah...biarkan Ms.Social Climber sengsara dalam segudang kepalsuan dirinya...

Deal! :)

Slept off in Bandung

Saat dunia seolah berjalan l..a..m..b..a..t

Hanya ada riuh rendah kicau burung dan gemerisik dedaunan

Angin berdesir, menghembuskan kesejukan udaranya

Ah, sepotong pancake hangat membuat sempurna ketenangan ini...


Akhirnya rencana ngabur ke Bandung terlaksana. Sungguh bukan kota atau lingkungan yang asing. Tapi Bandung masih menawarkan ketenangan yang gw butuhkan untuk melepas penat rutinitas. Setidaknya Bandung masih menawarkan sebuah ruang untuk "bernafas" sejenak dari segala tuntutan hidup. Yeah, setidaknya Bandung juga masih memberikan ruang kebebasan bagi gw untuk ngangkot dengan kaos kutang lusuh dan celana pendek jeans robek-robek! Hehe...

Sederhana saja, gw cuman numpang tidur aja, kok, di sini. Walau tidur itu harus di ranjang kecil, berbagi dengan adik tercinta. Nggak ada Mama yang masak, tapi jajanan-jajanan di pinggir jalan mampu menjadi obat ampuh untuk kerinduan masa kuliah dulu.

Rencananya besok pagi gw dan adik gw "Tya" bakal lari pagi di Sabuga. Waahhh...akhirnya menginjakkan kaki lagi di kampus ITB. Gw benaran suka lho dengan suasananya...hehe, apalagi dengan adik-adik mahasiswanya...mahasiswa kampus Teknik memang punya pesona tersendiri di balik kerumitan "wajah" mereka... (peace!)

Duh, mendadak jadi kangen kampus sendiri. Tapi UI sudah berevolusi menjadi sosok bangunan yang modern, semoga tak angkuh pula sikapnya. Kangen...kangen malam-malam larut yang dilalui "terpaksa" demi kesuksesan UTS dan UAS. Hanya terdengar sayup-sayup suara ketikan keyboard, dan canda tawa dari kos tetangga (baca: kos anak cowok yang geliat kehidupannya baru dimulai lewat pukul 10 malam!). Waahhh...seribu satu cerita kenangan mahasiswa tak dapat dilukiskan dengan sebuah gelar pendidikan! Sungguh menyedihkan orang-orang yang hanya mencari embel-embel 'sarjana'...

Sebenarnya entah kenapa buat gw yang ngangenin bukan pemandangan wisudawan/wati mengenakan toga (walaupun gw sendiri memang sengaja mangkir dari perayaan kelulusan dan kabur ke Hong Kong, hehe...), melainkan pemandangan jemuran pakaian dalam warna-warni minta dicolong, wajah cowok-cowok lucu Fakultas Hukum yang lagi ngaso di "warung" Oscar (daerah Barel), barisan komputer di warnet (saksi bisu kekejaman tugas kuliah dan skrip-shit!), jalur lintasan kereta api (hah?!), bis kuning, dan...dan...dan masih banyak "pemandangan" lainnya yang begitu sulit dideskripsikan dengan kata-kata...

Well, gw ingin memejamkan mata sebentar. Malam minggu di Bandung pasti akan semeriah pasar malam. Walau ujung-ujungnya mampir ke Mall sebentar, tapi gw senang, setidaknya ini bukan Jakarta dengan arogansi kendaraan bermotor-nya! Eh, di Bandung juga ada yang arogan, hehe, angkotnya!

So, lets chill out tonight. Ngangkot nggak masalah, nyendal jepit sudah biasa... :)

Thursday, March 11, 2010

Capek...

Baru saja bibir gw menyunggingkan senyum sumringah dan menghela nafas lega, ehhhh...teriakan "you-know-who" itu kembali merusak ketenangan batin.

"apalagi sih...??" sungut gw dalam hati.

Wajah gw berubah masam. Nggak lagi tertarik dengan rencana perjalanan ke Bandung nanti malam. Nggak lagi tertarik rencana ngaso di kampus ITB. Nggak lagi tertarik dengan weekend panjang. Semua buyaaaaarrrr...nggak ada lagi mood untuk memikirkan bersenang-senang. Selaluuuu saja ada yang kurang...sifatnya yang cenderung "grasak-grusuk" bikin gw cukup kelimpungan untuk menata pikiran. Kalau dia bilang perkataannya hanya masuk-kuping kanan-keluar-kuping kiri bagi gw, nah, pernah nggak dia introspeksi diri pada semua penjelasan yang sudah gw kasih? Siapa sebenarnya yang nggak pernah "mendengarkan"...??

Rasanya seperti dapat durian runtuh dalam arti yang sebenarnya. Sakiittt...ketusuk-tusuk...berdarah pula...ketemu orang yang "lempar-batu-sembunyi-tangan"; dia yang bikin susah, dia yang "maling-teriak-maling". Pepatah lain juga mengatakan, "gajah di seberang lautan tampak, semut di ujung mata tidak nampak". Nah, sudah. Dia banget. Nanti pasti ujung-ujungnya mencari kesalahan gw. Tidak kah dia bisa berpikir dan bertindak secara bijaksana?

Gw capek. Bukan fisik, tapi batin.

Should I over it?

Ten Things I Love My Job

*Inspired by my lovely friend Maria... :)

The gratitude on showing how much I love my job

I love my job because I'm working with public figures so that I have a lot of chances to grab the celebs' access..and I can get the updated gossips! ;)

I love working with Becky Tumewu. She's adorable and FUN-tastic person! :)

I love my positions as a promotion and event coordinator because I have kinda privilege to meet great leaders and set up a meeting with them

I love my positions as a promotion and event coordinator because I can broaden my knowledge and networking

I love my responsibility to organize events so that I can meet a cute client by any chance...^^

I love my responsibility to manage website...high-tech girl wannabe! ^^

I love my responsibility to browse presentation material for in-house training...keep me in touch with the news around the world

I love my office because it's placed around strategic area for shopping! :)

I love my office because it's placed right next to Circle K!

I love my outfit...no official costumes...no tendency to dress-up

done! :)

no such an ideal job, but at least I'll give my best for what I have...deal? ;)