Baru saja bibir gw menyunggingkan senyum sumringah dan menghela nafas lega, ehhhh...teriakan "you-know-who" itu kembali merusak ketenangan batin.
"apalagi sih...??" sungut gw dalam hati.
Wajah gw berubah masam. Nggak lagi tertarik dengan rencana perjalanan ke Bandung nanti malam. Nggak lagi tertarik rencana ngaso di kampus ITB. Nggak lagi tertarik dengan weekend panjang. Semua buyaaaaarrrr...nggak ada lagi mood untuk memikirkan bersenang-senang. Selaluuuu saja ada yang kurang...sifatnya yang cenderung "grasak-grusuk" bikin gw cukup kelimpungan untuk menata pikiran. Kalau dia bilang perkataannya hanya masuk-kuping kanan-keluar-kuping kiri bagi gw, nah, pernah nggak dia introspeksi diri pada semua penjelasan yang sudah gw kasih? Siapa sebenarnya yang nggak pernah "mendengarkan"...??
Rasanya seperti dapat durian runtuh dalam arti yang sebenarnya. Sakiittt...ketusuk-tusuk...berdarah pula...ketemu orang yang "lempar-batu-sembunyi-tangan"; dia yang bikin susah, dia yang "maling-teriak-maling". Pepatah lain juga mengatakan, "gajah di seberang lautan tampak, semut di ujung mata tidak nampak". Nah, sudah. Dia banget. Nanti pasti ujung-ujungnya mencari kesalahan gw. Tidak kah dia bisa berpikir dan bertindak secara bijaksana?
Gw capek. Bukan fisik, tapi batin.
Should I over it?

No comments:
Post a Comment