Finally.
Mendadak, saat "mati gaya" berdua dengan si bos, beliau bertanya,
"what's your next plan?"
Hah. Gw sempat bengong, dan BINGUNG! Seperkian detik gw coba memikirkan jawaban yang tepat. Hellooo...i know where this would lead off.
Gw masih diam.
"Kamu jadi sekolah?" tanya bos lagi.
"Oh iya, mas". Nah loh!
This isn't about the answer, but the moment is!
Gw nggak menyangka bahwa pembicaraan mengenai rencana "resign" gw akan keluar di saat-saat yang tidak resmi. Padahal gw merencanakan untuk suatu pembicaraan formal dengan sebuah surat pengunduran diri. Maka dari itu, seketika grogi lah gw "ditembak" langsung pertanyaan seperti itu.
Well, kesimpulannya, gw menyatakan untuk "resign" di bulan September mendatang, pastinya setelah menuntaskan sejumlah proyek untuk liburan dan bulan Ramadhan. Entah lah ya, terlepas dari sebuah pengalaman pahit "disidang" oleh si bos, gw masuk perusahaan ini dengan niat baik, maka gw pun berjanji untuk bisa keluar dengan situasi yang baik pula. Gw tetap merasa bertanggungjawab untuk segala tugas dan peran profesi di dalam perusahaan ini.
Tanpa bermaksud sok profesional, tapi terlepas dari kekurangan gw, gw nggak mau "keluar" dengan citra yang buruk. Hey, it does matter! Pada dasarnya gw sayang dengan perusahaan ini dan juga teamwork yang ada. Tapi...Am not a kind of person who loves to live in such a comfy zone. Gw masih muda dan masih punya banyak potensi untuk diasah. Gw ingin mengembangkan karir gw. Gw ingin mengejar passion untuk ber-profesi di dunia Public Relations. Walauuu...
Yeah, walau sebenarnya gw belum mempersiapkan secara matang rencana selanjutnya untuk bekerja di perusahaan mana. I already make up my mind. Sudah tahu, sih, inginnya ke jalur yang mana. Hanya saja butuh "re-assure" diri sendiri bahwa keputusan "resign" ini memang yang terbaik.
Bohong banget kalau nggak takut untuk memulai semuanya dari awal lagi; update resume, kirim CV lagi, searching perusahaan lagi. Jujur, ada rasa malas untuk memulai "recruitment procedure" dari awal lagi. Tapi...kalau nggak dari sekarang, kapan lagi?
Sebenarnya, my 1st-think-1st untuk kelanjutan tempat ber-"karir" adalah PR Consultant. I have a bit obsession to work in that place. Gw sudah cinta mati dengan PR. Gw sudah berketetapan hati menjadi seorang PR Professional. Dan rasanya belum afdol apabila seorang PR Professional belum mengecap pengalaman di dunia konsultan.
Gw sempat merasa takut dan kecil hati. Aduh, kok, kayaknya selama ini daya analitis gw sudah berkurang banyak...kemampuan berbahasa Inggris juga mulai menurun...tingkat intelektualitas mulai beralih ke dunia "entertainment"...waduh!
Pastinya cukup banyak hal baru yang mulai menakutkan; lingkungan baru, bos baru, peraturan baru, teamwork baru...
Bulan September tak urung semakin dekat. Persiapan harus dilakukan dari sekarang. Tapi...gw yakin dan percaya bahwa gw pasti akan mendapatkan tempat yang terbaik, bahkan jauh lebih baik, dan bisa menjadi seseorang yang lebih baik.
Rencana sekolah? Pasti. Semua ini juga gw lakukan guna mendapat resume yang "cantik" untuk mengajukan beasiswa. Pasti ada jalan. Pasti ada kesempatan.
Minggu depan gw mau ke DAAD, ada seorang teman yang berencana melanjutkan kuliah ke Jerman. Setelah dilihat-lihat kualifikasinya, hey, I am totally into it! Hehehe, pede abis!
Yah, gw, sih, mencoba semuanya deh...who knows it might be turned out to be lucky?? :)
Anyway, situasi "mati gaya" bersama si bos ini diakhiri dengan alasan ke "belakang". Kaburrr...!!!
Well, just see you next year in abroad! :)
I believe this whole universe will assist me to gain success and happiness!

No comments:
Post a Comment